Macam-macam Kimia Pemisahan
Macam-macam Kimia Pemisahan
1. Dekantasi adalah proses pemisahan paling sederhana yaitu menuang secara perlahan untuk memisahkan endapan dengan cairan. Tidak hanya memisahkan padatan dengan cairan, bisa juga cair-cair namun syaratnya kedua cairan tersebut memiliki massa jenis yang berbeda dan tidak bercampur atau heterogen. Kelebihan teknik ini adalah prosesnya yang sangat mudah, namun kelemahannya apabila tidak hati-hati bisa saja padatannya ikut tertuang ke dalam cairan yang hendak dipisahkan. Contoh pengaplikasiannya yaitu ketika kita membuat mie goreng, tentunya kita ingin memisahkan mie tersebut dengan air rebusannya. Maka dari itu kita menuang air rebusan itu secara perlahan sehingga hanya mie yang tertinggal. Atau contoh lain yaitu memisahkan pasir dari air kotor sehingga dilakukan pemisahan antara air dengan kotoran, dimana kotoran tersebut adalah pasir. Untuk lebih memudahkan, bisa juga campuran tersebut didiamkan terlebih dahulu agar pasir mengendap. Setelah itu baru larutan dipisahkan secara perlahan agar pasir tidak ikut terbawa.
2. Filtrasi adalah pemisahan campuran berdasarkan perbedaan ukuran partikel dengan penyaringan. Contohnya yaitu saat memisahkan air kopi dari ampasnya. Dengan alat saringan kita bisa memisahkan ampas dan air kopi tersebut. Ampas yang memiliki ukuran lebih besar dari lubang saringan akan tertinggal di saringan sedangkan air yang memiliki ukuran partikel lebih kecil akan menembus saringan. Sehingga nanti dihasilkan filtrat dan residu.
3. Menurut Damin Sumardjo pada bukunya yang berjudul Pengantar Kimia: Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran dan Program Strata 1 Fakultas Bioeksakta. Pemisahan metode dialisis adalah dapat berdifusinya elektrolit melalui membran semipermeable , tetapi partikel-partikel koloid tidak dapat berdifusi. Dialisis biasanya digunakan untuk memurnikan protein, hormon atau enzim.
4. Evaporasi adalah pemisahan berdasarkan titik uap. Caranya larutan dipanaskan sehingga pelarutnya menguap dan menyisakan zat terlarut. Pemisahan ini dilakukan jika zat terlarut mempunyai titik didih jauh lebih tinggi dari pelarutnya. Contohnya yaitu memisahkan garam dari air laut. Air akan menguap lebih dulu sehingga ia akan hilang dan garam akan tertinggal.
5. Destilasi sederhana adalah pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih. Contohnya yaitu pengolahan air tawar dan air laut. Prosesnya yaitu air laut yang akan dipisahkan dipanaskan terlebih dahulu di dalam labu hingga termometer menunjukkan 100 ⁰C, setelah itu air akan menguap terlebih dahulu dan naik ke kondensor dan karena ada cooling water out dan cooling water in maka daerah kondensor itu akan terasa dingin, sehingga uap air tersebut akan mengembun dan turun kebawah terkumpul di gelas kimia menjadi air murni dan garam tertinggal di labu atau distilation flask.
6. Destilasi bertingkat adalah pemisahan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Pemisahan ini dilakukan jika suatu campuran zat cair mempunyai titik didih yang relatif berdekatan sehingga akan sulit dimurnikan menggunakan destilasi sederhana. Destilasi ini merupakan destilasi yang dilakukan berulang-ulang. Contohnya yaitu pemisahan komponen minyak bumi. Dalam hal ini, Hidrokarbon yang mempunyai titik didih paling rendah akan menguap terlebih dahulu, kemudian disusul hidrokarbon yang mempunyai titik didih lebih tinggi, sehingga secara bertingkat seluruh hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi dapat dipisahkan (Suryatno, et al., 2007)
7. Sentrifugasi adalah pemisahan dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Prosesnya adalah larutan dmasukkan kedalam vial yang berada di dalam alatnya, kemudian alat tersebut akan berputar terus, sehingga larutan yang sebelumnya tercampur atau homogen maka lama kelamaan akan terpisah. Dalam hal ini yang memiliki massa jenis lebih tinggi akan terpental keluar sehingga posisinya akan ada diujung tabung dan yang massa jenisnya lebih rendah akan di sisi dalam tabung. Setelah itu, memisahkan laruannya harus menggunakan pipet secara hati-hati.
8. Sublimasi adalah perubahan padat menjadi gas tanpa mencair terlebih dahulu. Contohya yaitu campuran amonium klorida dan garamnya dipanaskan sehingga menguap dan padatan akan menempel di dinding atas tabung. Amonium klorida itu tidak melewati fasa cair tetapi langsung menjadi gas.
9. Rekristalisasi adalah pengkristalan ulang atau pemurnian kristal untuk menghilangkan dari pengotornya. Contohnya yaitu padatan campuran aspirin dan diberi pelarut yang bisa melarutkan aspirin kemudian dipanaskan sehingga larutan menjadi homogen, setelah homogen didinginkan kembali sehingga misah dan kita dapatkan aspirin.
10. Ekstraksi adalah proses pemisahan campuran berdasarkan perbedaan distribusi. Atau pemisahan zat berdasarkan perbedaan kelarutan dua cairan yang berbeda dan tidak saling larut. Prosesnya yaitu senyawa target ditransfer dari satu fasa ke fasa lainnya. Contohnya terdapat fasa 1 dan fasa 2 yang tak bercampur didalam corong pisah dan dipisahkan melalui proses ekstraksi
11. Ekstraksi cair-cair dilakukan karena tidak mungkin dipisahkan dengan proses destilasi. Biasanya menggunakan corong pisah. Contohnya yaitu pada larutan air dan PE dimana di dalam air terdapat banyak zat yang ingin kita ambil, kemudian larutan tersebut diaduk dan mencampur sehingga PE ada di dalam air. Karena zat yang kita targetkan bisa larut didalam air dan PE juga, sehingga kita bisa mengecek dengan polaritasnya. Setelah mencampur maka akan kita settling atau diamkan sehingga nanti ada yang diorganik dan ada yang di akuos, setelah itu kita pisahkan, dibuka kerannya sehingga akan turun kebawah, air yang densitasnya lebih tinggi akan dibawah sedangkan PE diatas.
12. Ekstraksi padat-cair adalah padatan mengadsorb dari cairan. Misalnya ekstraksi minyak dalam jagung. Jagung pertama-tama dihancurkan dan dilarutkan dalam air, kemudian jagung dimasukkan kedalam corong pisah, lalu ditambahkan pelarut eter. Pastikan keran dalam keadaan tertutup lalu corong pisah dikocok hingga minyak yang ada dalam jagung akan larut dalam eter. Setelah itu diamkan hingga terbentuk dua lapisan. Kemudian kedua pelarut dipisahkan dengan cara membuka keran pada corong pisah. Laritan minyak dalam eter kemudian diuapkan untuk menghilangkan eternya sehingga akan diperoleh minyak jagung.
13. Solid Phase Microextraction adalah salah satu teknik ekstraksi sampel untuk memisahkan analit dari matriks kompleks serta metode bebas pelarut yang mengintegrasikan pengambilan sampel, ekstraksi, dan pra-konsentrasi analit dalam satu langkah tunggal tanpa preparasi terhadap sampel. merupakan salah satu teknik ekstraksi sampel tanpa pelarut sehingga mengurangi biaya, waktu dan pencemaran yang mungkin timbul karena penggunaan pelarut yang banyak. (Nazaratun, T. 2019)
14. Koefisien partisi dan rasio distribusi. Koefisien partisi adalah
KD
=
jika harga KD tinggi artinya yang didalam organik semakin banyak, organik inilah yang diambil mengambil solutenya, dan itu semakin bagus dan menguntungkan jika harga KDnya tiggi. Sebaliknya jika harga KD rendah maka itu tidak menguntungkna untuk ekstraksi sehingga harus diganti organiknya. Rasio Distribusi adalah rasio yang menunjukkan total konsentrasi solute disatu fasa dibandingkan fasa lainnya.
D
=
Sumber:
Nazaratun, T. 2019. PENGEMBANGAN DAN VALIDASI METODE HEADSPACE SOLID PHASE MICROEXTRACTION (HS-SPME) DENGAN GAS CHROMATOGRAPHY FLAME IONIZATION DETECTOR (GCFID) UNTUK ANALISIS ETANOL DAN METANOL PADA CAIRAN LAMBUNG TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus). Thesis. Universitas Airlangga.
Suryatno, et al. 2007. Kimia untuk SMA-MA kelas X. Jakarta: Grasindo
Sumardjo, D. 2008. Pengantar Kimia: Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran dan Program Strata 1 Fakultas Bioeksakta. Jakarta: EGC
Komentar
Posting Komentar